Terus Tumbuh 🌱

Andra Soni-Dimyati Dapat Rapor Merah Didesak Bikin Kebijakan Monumental

Pengamat politik Adib Miftahul memberikan catatan kritis terkait realisasi janji kampanye Gubernur Banten Andra Soni dan Wagub Dimyati Natakusumah di sektor pelayanan dasar. Meski ada progres, Adib menilai lompatan visi yang diharapkan publik belum terlihat secara nyata di lapangan.

Persoalan klasik seperti serapan tenaga kerja di sektor pendidikan yang masih rendah, hingga buruknya akses kesehatan di daerah pelosok masih menjadi pemandangan sehari-hari di Banten.

Serapan tenaga kerja kita masih rendah, banyak lulusan sekolah yang tidak terserap kerja. Di sektor kesehatan, kita masih melihat warga ditandu karena infrastruktur jelek. Ini tantangan besar yang harusnya sudah dieksekusi sejak hari pertama, bukan hanya seremonial administratif,” kata Adib, Rabu 18 Februari 2026.

Agar tidak berjalan tanpa arah atau “ngabrak”, Adib menyarankan agar Andra-Dimyati fokus menciptakan kebijakan monumental di sisa masa jabatan. Ia meminta pemerintah daerah tidak mencoba mengerjakan semua hal sekaligus yang akhirnya berujung pada output yang tidak maksimal.

“Saya sarankan buatlah kebijakan monumental. Fokus di 2026 misalnya hanya pada infrastruktur, penambahan ruang kelas, dan kesehatan. Tiga itu saja, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya secara luar biasa oleh masyarakat,” tuturnya.

Terkait angka pengangguran yang masih tinggi, Adib mendesak adanya perubahan radikal pada Balai Latihan Kerja (BLK). Ia menilai BLK tidak boleh lagi mendidik orang dengan model lama yang hanya mencetak mekanik teknis.

“Ini era komunikasi dan digital. Pelatihan harus inovatif, misalnya cara menjadi influencer, content creator, atau narator yang baik. Jangan hanya menyiapkan tenaga kerja yang akhirnya migrasi ke luar daerah saat perusahaan pindah,” jelasnya.

(Mly)