TANGERANG – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan mengenai kesiapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ia menyatakan Pemkot Tangsel terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan baik.
“Kondisi aman, nyaman, tertib dan lancar bagi masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Ben itu.
Selain fokus pada pengawasan hewan kurban dan pengelolaan lingkungan, Pemkot Tangsel juga mengimbau panitia kurban untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban.
Benyamin mengatakan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) telah dilakukan guna mengantisipasi berbagai kebutuhan selama momentum Idul Adha.
Menurutnya persiapan tersebut mencakup pengawasan kesehatan hewan kurban, kebersihan lingkungan, penataan lapak penjualan hewan, hingga pengelolaan sampah pasca penyembelihan.
Selain memastikan kesiapan teknis, Pemkot Tangsel juga berupaya menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal selama hari raya agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Dalam kesempatan itu, Benyamin mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kebersamaan antarwarga.
“Semangat berkurban mengajarkan kita untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan sekitar,” ucap Benyamin.
Ia juga mengimbau panitia kurban dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.
Salah satu langkah yang didorong ialah mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan beralih menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan.
“Mari bersama-sama menjaga suasana Iduladha tetap aman, nyaman, damai, dan penuh kebahagiaan,” katanya.
Sementara itu, pengawasan terhadap hewan kurban diperketat melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan.
Pemkot Tangsel menurunkan tim dokter hewan dan petugas untuk melakukan pemeriksaan intensif di sejumlah titik penjualan maupun lokasi pemotongan hewan kurban.
Sementara itu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman. Pemeriksaan dilakukan secara gratis untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar. Ia mengatakan tim pengawas bersama bidang peternakan telah melakukan penyisiran ke sejumlah titik penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di wilayah Tangsel sejak beberapa hari terakhir.
“Untuk pengawasan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak, kami sudah mulai melakukan penyisiran sejak beberapa hari lalu,” ungkap Pipit.
Menurutnya, para pedagang juga cukup aktif berkoordinasi dengan petugas untuk meminta pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang mereka jual. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik hewan, suhu tubuh, kesehatan mulut dan kuku, hingga tanda-tanda penyakit menular yang berpotensi membahayakan masyarakat.
“Untuk lapak-lapak kita selalu keliling dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, dan itu masih gratis. Belum ada retribusinya,” tuturnya.
Pipit menambahkan layanan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban menjelang Iduladha.
Berdasarkan data DKPPP Tangsel per 30 April 2026, sekitar 1.300 ekor hewan kurban telah masuk ke wilayah Tangsel. Mayoritas ternak tersebut berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Lampung. Data itu diperoleh melalui sistem ISIKHNAS milik Kementerian Pertanian yang memantau lalu lintas ternak antarwilayah di Indonesia.
Kendati demikian, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mendekati Iduladha. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu jumlah hewan kurban yang masuk ke Tangsel tercatat mencapai lebih dari 20 ribu ekor.
“Karena itu, pengawasan kesehatan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD),” papar Pipit.
Pipit memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus LSD di Tangsel. Sementara vaksinasi PMK terhadap ternak lokal masih rutin dilakukan dan telah menjangkau sekitar 250 ekor ternak hingga April 2026.
“Sejauh ini belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak jual di lapak musiman. Ada beberapa yang sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat perjalanan jauh, namun kembali pulih setelah diberikan vitamin dan suplemen,” bebernya. (adv)















