Terus Tumbuh 🌱

Ratusan Calon HAji Tangerang Batal Ke Tanah Suci Gegara Belum Lunas BPIH

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Banten, menginformasikan bahwa ratusan calon haji di wilayahnya harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada tahun ini.

Penyebab utamanya bukan faktor kesehatan, melainkan adanya kendala dalam pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

Kepala Kemenhaj Kabupaten Tangerang Abdullah Hasyim mengungkapkan total 214 calon haji dipastikan batal berangkat tahun ini.

“Yang berhasil melakukan pelunasan dan dipastikan berangkat tercatat sebanyak 2.228 calon haji dari kuota sebanyak 2.304 orang,” ujarnya di Tangerang, Senin (20/4/2026).

Artinya, sebagian besar calon haji tetap bisa melanjutkan perjalanan, meski kuota tidak sepenuhnya terpenuhi.

Namun, dari 2.228 calon haji tersebut, 138 orang berasal dari luar Kabupaten Tangerang. Sehingga total calon haji asal Kabupaten Tangerang yang berangkat sebanyak 2.090 orang.

“Jadi, total di Kabupaten Tangerang hanya memberangkatkan 2.090 calon haji,” ucapnya.

Pemberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Tangerang dibagi dalam dua gelombang dengan total tujuh kloter hingga pertengahan Mei. Berikut rinciannya:

Gelombang Pertama:

Kloter 5 – 26 April 2026 (385 orang)

Kloter 7 – 29 April 2026 (384 orang)

Kloter 10 – 4 Mei 2026 (385 orang)

Gelombang Kedua:

Kloter 12 – 7 Mei 2026 (385 orang)

Kloter 15 – 12 Mei 2026 (374 orang)

Kloter 23 – 18 Mei 2026 (29 orang)

Kloter 24 – 19 Mei 2026 (137 orang)

Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenhaj Banten Nasrul Latif menegaskan seluruh calon haji akan menjalani serangkaian persiapan sebelum berangkat.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan, verifikasi dokumen, hingga pembekalan manasik haji akan dilakukan secara menyeluruh.

“Ini agar mereka dapat khusyuk beribadah di Grand El-Haji Asrama Haji Banten, Cipondoh, sebagai embarkasi resmi,” kata dia.

Meski ada sebagian calon haji yang tertunda keberangkatannya, mayoritas anggota jemaah dari Kabupaten Tangerang tetap siap berangkat. Pemerintah pun memastikan seluruh proses dilakukan secara tertib demi kelancaran ibadah di Tanah Suci.

(Syf)