Terus Tumbuh 🌱

Tanpa Aried Wismansyah Kota Tangerang Bisa Apa?

TANGERANG – Dalam waktu dekat ini Kota Tangerang genap berusia 33 tahun. Sejumlah nama seperti Djakaria Machmud, Mochamad Thamrin, Wahidin Halim, Arief Wismansyah dan saat ini Sachrudin menjadi pemimpin di Kota bermoto Akhlakul Karimah itu. Berjalannya waktu Tangerang semakin berkembang dan tumbuh.

Di kepeminpinan Wahidin dan Arief terus berbenah menjadikan Tangerang berdaya saing dengan kota-kota besar lainnya. Sejumlah legacy atau warisan peninggalan dari kedua Wali Kota tersebut hingga sampai saat ini masih dirasakan kebermanfaatannya untuk masyarakat. “Sewaktu saya menjadi Wali Kota, tiap tahun itu harus ada pencapaian atau gongnya yang menjadikan legacy hasilnya dirasakan betul untuk masyarakat,” ungkap Arief.

Arief sempat menjadi Wakil Wali Kota dari Wahidin Halim. Dan Arief juga menjadi Wali Kota Tangerang selama 2 periode dengan Wakilnya yakni Sachrudin.

“Contohnya misalnya tahun terakhir saya setelah masa jabatan habis, direvitalisasinya Alun-alun Lapangan Ahmad Yani hingga Stadion Benteng Reborn. Saat ini alhamdulillah menjadi objek wisata sekaligus sarana olahraga untuk masyarakat,” ucapnya.

Selain itu ada juga taman-taman menjadi rekreasi warga. Seperti halnya Taman Elektrik yang tiap malamnya selalu ramai dikunjungi.Selain dari sektor insfratruktur ada pula di bidang pendidikan dan kesehatan. Sekolah gratis hingga berobat hanya menggunakan KTP Kota Tangerang saja.

Terlebih lagi pelayanan publik yang semakin baik. Menjadi modern dengan sistem digitalisasi untuk kemudahan masyarakat. Kepemimpinan Arief pun kini dilanjutkan oleh Sachrudin. Diketahui Ketua Golkar Kota Tangerang itu terpilih sebagai Wali Kota pada Pilkada tahun kemarin.

Dalam rapat Evaluasi Bulanan ini diikuti oleh Kepala Perangkat Daerah, camat, lurah, jajaran BUMD, BLUD, serta Kepala Puskesmas se-Kota Tangerang, Sachrudin juga mencanangkan tahun 2026 sebagai Tahun Kualitas bagi Pemerintah Kota Tangerang. Ia menegaskan bahwa seluruh program dan kebijakan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi harus mengedepankan kualitas hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tahun ini kita canangkan sebagai Tahun Kualitas. Kualitas pelayanan, kualitas kinerja aparatur, dan kualitas dampak pembangunan bagi masyarakat. Setiap program harus dirasakan manfaatnya, bukan sekadar terlaksana secara administratif,” tegas Sachrudin.

“Termasuk juga dalam memberikan pelayanan harus senyum, senyumnya juga harus berkualitas jangan dibuat-buat,” imbuhnya. Ia pun meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja masing-masing, memperbaiki standar layanan, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan dan harapan warga Kota Tangerang.

(Syf)