Terus Tumbuh 🌱

Anak Buah Presiden Prabowo Curiga Erupsi 6 Gunung di Indonesia Ada Campur Tangan Asing?

Pernyataan Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), UIta Levenia Nababan mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) di tengah fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia mendadak jadi sorotan publik.

Melalui pernyataannya, Ulta
mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung yang terjadi hampir bersamaan.

la mengaku menyadari pandangannya berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi.

Ulta menyebut dirinya sebagai pribadi yang skeptis dan tidak ingin begitu saja menerima penjelasan yang dianggap umum.

la kemudian mengaitkan HAARP, proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga Amerika Serikat, dengan spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi fenomena alam.

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut dalam pernyataan resminya.

PVMBG memastikan enam gunung api yang mengalami erupsi bersamaan pada 31 Agustus 2026 merupakan dinamika vulkanik yang berlangsung secara independen.

Keenamnya adalah Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, menjelaskan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan 127 gunung api aktif.

Kondisi tersebut memungkinkan sejumlah gunung api mengalami erupsi pada waktu yang berdekatan tanpa berarti memiliki keterkaitan sistemik.

Dengan demikian, hingga informasi yang tersedia saat ini, tidak terdapat bukti ilmiah yang menghubungkan proyek HAARP dengan erupsi enam gunung api tersebut.

Sedangkan di sisi lain, Presiden Prabowa Subianto sendiri menyebut rentetan bencana alam yang terjadi di Tanah Air merupakan konsekuensi dari posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan bernama Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ucap Prabowo.