Sosok perempuan bernama Sari menjadi perbincangan setelah wajahnya terlihat dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis 29 Oktober 2026.
Sari ikut menjadi sorotan setelah seorang pengguna media sosial mengaku mengenalinya sebagai mantan asisten rumah tangga (ART).
Pengakuan tersebut disampaikan oleh akun media sosial @AvierKiosa. Dalam komentarnya, pemilik akun mengaku bahwa Sari pernah bekerja sebagai ART kerabatnya sekitar dua tahun lalu.
Akun tersebut juga mempertanyakan bayaran yang diterima Sari untuk mengikuti acara deklarasi yang turut dihadiri Raffi Ahmad dan Willie Salim tersebut.
Perbincangan mengenai sosok Sari pun semakin ramai setelah muncul sebuah akun media sosial yang mengaku sebagai dirinya dan memberikan klarifikasi.
Akun yang Mengaku sebagai Sari Beri Klarifikasi
Melalui akun Instagram @kimsari_1709, sosok yang mengaku sebagai Sari menyampaikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam acara deklarasi tersebut.
Dalam keterangannya, ia mengaku diminta untuk meminjam jas almamater dan membacakan deklarasi.
Namun, akun tersebut kini sudah tidak aktif setelah pemiliknya menjadi sorotan publik.
Belum diketahui secara pasti apakah akun tersebut benar-benar milik Sari. Begitu pula dengan kebenaran dugaan bahwa dirinya menerima bayaran untuk mengikuti acara deklarasi.
Selain itu, beredar tangkapan layar status WhatsApp dari kontak bernama Sari Putri Laundry.
Dalam unggahan tersebut terlihat foto dua lembar kertas berisi Deklarasi Pemuda-Pemudi Indonesia yang dilengkapi logo Polda Metro Jaya.
Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Dihadiri Raffi Ahmad
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar acara bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis 29 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah mahasiswa, Raffi Ahmad, Willie Salim, serta aparat TNI-Polri.
Kehadiran sejumlah peserta dalam acara itu kemudian menjadi perhatian setelah muncul video seorang pria bernama Adi Ali Dino yang kebingungan ketika ditanya mengenai asal kampusnya.
Dalam video yang beredar, Dino sempat menyebut berasal dari kampus BSI. Namun, almamater yang dikenakannya justru terlihat memiliki logo Universitas Dian Nusantara (Undira).
Dino kemudian memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa Undira. Ia juga menyebut mengikuti acara deklarasi berdasarkan undangan komunitas dan mendapatkan bayaran.
“Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar,” kata Dino dalam video klarifikasinya.
Pengakuan Dino tersebut turut memunculkan perhatian publik terhadap peserta lain yang hadir dalam acara deklarasi, termasuk Sari.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari Sari, Raffi Ahmad, Willie Salim, maupun Polda Metro Jaya mengenai dugaan pembayaran kepada peserta acara tersebut.














