Terus Tumbuh 🌱

Perumdam TKR Siapkan Big data Berbasis AI Guna Tingkatkan Efisiensi Pelayanan

TANGERANG – Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum terbaik di Indonesia kembali mendominasi.

Dengan perolehan enam kali predikat Bintang 5 secara berturut-turut menjadikan Perumdam TMR sebagai perusahaan yang konsisten meraih penghargaan tertinggi dalam ajang TOP BUMD Awards.

Sejak 2019 hingga 2025, Perumdam TKR juga menempati peringkat pertama sebagai PDAM dengan tingkat kesehatan terbaik secara nasional berdasarkan penilaian BPPSPAM dan Kementerian PUPR.

Direktur Utama TKR, Sofyan Sapar menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar euforia penghargaan, melainkan hasil dari kinerja nyata yang terukur.

“Kami sudah membuktikan bahwa capaian ini bukan klaim semata, tetapi berdasarkan audit dan indikator kinerja, baik dari aspek keuangan, operasional, pelayanan, hingga SDM,” ungkapnya saat sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026.

Menurutnya, konsistensi sebagai langganan juara justru menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, TKR terus menjaga profesionalisme dan memastikan seluruh pencapaian berbasis data dan kinerja riil.

Di sisi lain, TKR menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp870 miliar dengan laba mencapai Rp132 miliar. Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat, dengan setoran dividen sebesar Rp36,5 miliar.

Dari sisi layanan, TKR tetap menunjukkan pertumbuhan meski sempat mengalihkan sekitar 70 ribu pelanggan. Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan tercatat sekitar 193 ribu sambungan rumah dengan cakupan pelayanan mencapai 80 persen.

“Kalau perusahaan air minum tidak tumbuh, itu tanda ada masalah. Tapi kami terus berkembang, dan itu menjadi indikator utama kinerja kami,” jelas Sofyan.

Memasuki 2026, TKR bersiap melakukan lompatan besar melalui transformasi digital berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI). Seluruh sistem dan aplikasi yang sebelumnya berjalan parsial akan digabungkan dalam satu platform terpadu.

Transformasi ini mencakup digitalisasi meter air, integrasi data pelanggan, pengembangan e-office berbasis AI, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

“Ke depan, ini bukan lagi perang sumber daya, tapi perang data. Siapa yang menguasai data, dia yang unggul,” tegasnya.

Dengan kombinasi kinerja keuangan yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta transformasi digital yang progresif, TKR optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai role model BUMD air minum di Indonesia.

Bahkan, konsep pengembangan berbasis big data dan AI yang tengah dirancang diharapkan dapat direplikasi oleh BUMD lain di berbagai daerah.

“Kami tidak ingin berhenti di penghargaan. Fokus kami adalah keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi,” pungkas Sofyan. (Adv)