Terus Tumbuh 🌱

Darurat Truk Tanah Gubernur KDM dan Andra Soni Harus Turun Tangan

Polemik truk tanah hingga kini masih belum teratasi. Bahkan semakin larut dan selalu menimbulkan persoalan baru. Belum lama ini terjadi di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang warga geruduk petugas Dishub karena jam operasional truk tanah.

Pemerintah Kabupaten Tangerang mau pun Bogor mencoba duduk bareng untuk mengentaskan masalah ini. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jainudin.

“Bupati Tangerang Maesyal Rasyid hari ini diwakilkan Sekda Soma untuk bertemu Bupati Bogor membahas truk tanah,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Jay itu pada akhir pekan ini.

Menurutnya persoalan ini sangat penting karena menyangkut kebijakan daerah masing-masing terkait pembatasan jam operasional. Karena antara Tangerang dan juga Bogor beberapa hari ini kerap menimbulkan ketegangan antara sopir serta warga di perbatasan dua wilayah.

“Kami tetap mengacu pada Perbup 12 tahun 2022 mengenai jam operasional truk tanah yakni mereka diperbolehkan beroperasi pada pukil 22.00 – 05.00 WIB,” ucapnya.

Namun menurut Jay pertemuan ini masih belum menemui titik temu. Karena Pemkab Bogor juga memiliki peraturan tersendiri untuk pembatasan jam operasional truk tanah.

“Belum menghasilkan kesepakatan karena mereka punya waktu juga untuk operasional truk tanah. Sebaiknya ini juga diselesaikan tingkat pemerintahan lebih tinggi yakni Gubernur,” kata Jay.

Baik itu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM dengan Gubernur Banten Andra Soni diharapkan turun tangan langsung. Sehingga konflik truk tanah di masyarakat tidak berlarut-larut.

“Bukan hanya di Legok saja, tapi kan ada pekerjaan juga yang melibatkan truk tanah ini di wilayah utara Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.