Maudy Ayunda kembali memberikan penjelasan terkait maksud ucapannya setelah video tentang cara menyikapi berita buruk di Indonesia menuai perdebatan. Ia mengakui terdapat satu hal penting yang belum banyak dibahas, yakni mengenai privilese yang dimiliki seseorang ketika mempunyai pilihan untuk menjauh dari pemberitaan.
Penjelasan tersebut disampaikan Maudy melalui komentar yang disematkan pada video berjudul Mindfulness in the Age of Bad News. Pada Minggu (13/9), ia menanggapi sejumlah komentar yang bermunculan setelah video itu menjadi perbincangan publik.
“Hai teman-teman, Terima kasih untuk semua komentar dan perspektif yang disampaikan di sini. Aku sudah membaca banyak di antaranya, dan ada satu hal penting yang aku sadari belum cukup aku sampaikan di video ini,” kata Maudy.
“Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya.”
Respons publik tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Maudy. Hal ini disampaikan, setelah gagasan mengenai diet berita, dianggap sebagian netizen tidak bisa dilepaskan dari kenyataan yang dialami masyarakat.
Daripada terus mengikuti semua informasi, Maudy memilih mengatur kembali apa saja yang masuk ke pikirannya. Ia menyaring sumber informasi, memilih bacaan, serta berdiskusi dengan orang yang dianggap memahami persoalan tertentu.
“Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat itu bisa bener-bener bikin disfungsional,” ucap Maudy.
“Apalagi kayak aku sebenernya lumayan orang yang emosional dan aku kepikiran dan aku overthinker jadi oke kalau kayak gitu mendingan kita split aja,” lanjutnya.
Maudy juga berbagi cerita mengenai kebiasaan yang membuatnya lebih memahami kondisi emosional dirinya sendiri ketika berhadapan dengan begitu banyak informasi.
Meski demikian, pesan yang disampaikan itu ditafsirkan berbeda oleh sejumlah penonton. Bagi mereka yang berada di lokasi terdampak, berbagai kejadian tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak bisa begitu saja di-mute.
Kritik itu pula yang kemudian membuat Maudy kembali memahami gagasan itu dari perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud menjadikan mindfulness sebagai alasan untuk bersikap tidak peduli terhadap keadaan sosial.
“Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam. Aku dengar dan aku hargai feedbacknya. I’m listening and learning,” kata Maudy Ayunda.
(DM)













