Mark Adrianus Ambarita selaku kuasa hukum Sarwendah turut menanggapi video yang belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial dan diduga memperlihatkan Sarwendah tengah mengambil uang dari sebuah brankas. Video tersebut sempat menimbulkan berbagai dugaan dari warganet di tengah proses hukum yang sedang dijalani Sarwendah dan Ruben Onsu.
Mark memastikan pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Sarwendah terkait kebenaran video tersebut, dan hasilnya video itu dipastikan tidak autentik.
Tak hanya Mark, Abraham Simon pun mengungkapkan bahwa pihaknya memastikan video tersebut merupakan hoaks yang bertujuan mencemarkan nama baik kliennya. Ia menyebut Sarwendah pun telah memberikan klarifikasi langsung melalui akun media sosial pribadinya.
“Saya pastikan itu adalah hoaks, ya. Itu fitnah untuk menghancurkan nama baik klien kami dan sudah diklarifikasi juga sama klien kami sendiri di medsosnya klien kami,” ucap Abraham.
Ia menyampaikan bahwa akun yang pertama kali menyebarkan video tersebut telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosialnya usai diklarifikasi. Kendati begitu, Abraham berharap masyarakat tidak lagi menyebarluaskan konten yang telah terbukti hoaks tersebut. “Kita wanti-wanti sekarang jangan sampai ada fitnah-fitnah selanjutnya, ya,” tegas Abraham.
Mengenai opsi untuk tindakan hukum atas penyebaran video tersebut, Abraham mengaku masih perlu berdiskusi lebih lanjut dengan Sarwendah selaku kliennya, mengingat permintaan maaf dari pembuat video baru saja disampaikan.
“Saya diskusikan dulu dengan klien. Yang pasti sudah ada permintaan maaf. Kita lihat apakah ini sebagai itikad baik, nanti klien yang menilai itu, ya,” pungkas Abraham.
Dalam keterangannya, Chris Sam Siwu turut menjelaskan, pihaknya berharap masyarakat luas ikut berperan menghentikan penyebaran video yang sudah jelas terbukti sebagai konten rekayasa tersebut, alih-alih ikut memperkeruh situasi dengan membagikannya kembali.
(DM)













