Erupsi turut menghambat berbagai aktivitas warga. Selain berdampak pada aktivitas warga, erupsi Gunung Anak Krakatau juga memunculkan masalah lain di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Hal lain yang mendapat perhatian publik yaitu melonjaknya harga masker, khususnya jenis N95. Kondisi tersebut membuat artis Nana Mirdad buka suara setelah menemukan adanya masker yang harganya disebut naik secara signifikan.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah menyebar di atmosfer hingga sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Warga pun diminta membatasi aktivitas di luar rumah. Bagi mereka yang harus keluar rumah, penggunaan masker dan kacamata dianjurkan untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Keadaan tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap masker melonjak. Namun, Nana Mirdad justru menemukan adanya harga masker yang menurutnya tidak masuk akal.
Dalam postingan yang dibagikan di threads, istri Andrew White itu mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat harga sebuah masker yang semula berada di kisaran Rp12 ribu melonjak menjadi Rp180 ribu per buah.
“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180 ribuan per biji. Sementara paginya masih dijual di harga Rp12 ribu aja,” tulis Nana Mirdad, dikutip Senin 7 September 2026.
Bila melihat kondisi sebelumnya, harga Rp180 ribu tersebut berarti sekitar 15 kali lipat dari harga sebelumnya Rp12 ribu. Kenaikan drastis itu yang kemudian membuat Nana mempertanyakan etika pedagang ketika masyarakat tengah dilanda bencana.
“Memang, jualan tujuannya profit. Tapi tidak usah securang ini pada saat bencana kali ya,” tuturnya.
Nana mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui harga masker N95 di tingkat distributor. Hal itu lantaran produk tersebut juga menjadi salah satu barang yang masuk dalam daftar produk di perusahaan tempat suaminya bekerja.
Ia pun menyoroti lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba dengan selisih yang begitu besar tidak semestinya dilakukan ketika masyarakat sedang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
“Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” ungkap Nana Mirdad.
(DM)













