Kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan muda di Bandung terus menjadi perhatian publik. Hingga kini, polisi masih memburu keberadaan pria berinisial TH yang diduga menjadi pelaku dalam kasus yang membuat korban mengalami kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif selama beberapa hari terakhir, pelaku penyekapan dan penyiksaan tersebut masih berhasil menghindari kejaran aparat. Polisi mengungkapkan bahwa TH memiliki pola berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan proses penangkapan.
Korban berinisial YTR (29), warga yang tercatat beralamat di Antapani, Kota Bandung, diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri selama kurang lebih tiga tahun. Kasus ini mencuat setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan menjalani perawatan medis.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan penyidik telah mengerahkan berbagai upaya untuk menemukan keberadaan TH. Namun hingga saat ini, pelaku belum berhasil diamankan. Menurut Hendra, tim kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Akan tetapi, setiap kali petugas bergerak untuk melakukan penangkapan, TH berhasil menghilang sebelum polisi tiba. “Sudah beberapa hari ini kepolisian berjibaku untuk mencari tersangka,” kata Hendra.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan penyidik, TH diketahui tidak menetap di satu lokasi. Ia diduga terus berpindah-pindah tempat untuk menghindari penangkapan. “Memang dari beberapa hasil mapping kita ini, tersangka berpindah-pindah. Dan hampir beberapa waktu kita gerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri,” ujar Hendra. (Mly)














