Terus Tumbuh 🌱

Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan KRL Dipindah ke Tengah Rangkaian Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada KRL dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta.

Usulan ini muncul setelah insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Saat kejadian, gerbong perempuan berada di bagian belakang kereta.

Menurut Arifah, penempatan gerbong perempuan di tengah dinilai lebih aman. Hal ini karena posisi tersebut dapat mengurangi risiko fatal saat terjadi benturan, baik dari depan maupun belakang kereta.

Selain itu, ia menilai kebijakan lama perlu dievaluasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Tadi kita ngobrol dengan KAI… kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah.

Sebelumnya, gerbong perempuan ditempatkan di bagian depan atau belakang untuk menghindari penumpukan penumpang.

Namun demikian, setelah adanya insiden ini, Arifah menilai pendekatan tersebut perlu ditinjau ulang demi meningkatkan keselamatan penumpang perempuan.

Di sisi lain, Arifah juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi para korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kondisi psikologis penyintas.

Menurutnya, banyak korban mengalami trauma yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kami melakukan pendampingan bukan hanya medis, tetapi juga pemulihan psikologis,” jelasnya.

Selain itu, Arifah meminta perusahaan tempat korban bekerja untuk memberikan kelonggaran.

Ia berharap para korban tetap mendapatkan haknya sebagai pekerja selama masa pemulihan.

“Kami berupaya agar perusahaan bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Arifah mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan. Tujuannya adalah memastikan tidak ada pemotongan hak atau sanksi bagi korban.

Ia menekankan bahwa pekerja yang terdampak harus diberi waktu hingga benar-benar pulih sebelum kembali bekerja.

(Syf)