Master of Ceremony (MC) Shindy Lutfiana curhat setelah mendapatkan hujatan setelah menjadi pembawa acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Shindy mendapatkan hujatan publik setelah menyampaikan ucapan mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja dalam lomba tersebut.
Shindy telah menyampaikan permintaan maat atas pernyataan tersebut.
Ia memahami bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan terhadap para peserta lomba dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.
Curhat Hilang Kerjaan
Terbaru, Shindy menceritakan kondisi dirinya setelah mendapatkan hujatan dari warganet.
Bahkan, banyak yang meminta dirinya diboikot.
Curhat itu ditumpahkan melalui akun instagram story @shindy_mcwedding.
“Ketika aku membaca ribuan komentar dari netizen. Hampir semua isinya hujatan untuk aku,” kata Shindy.
“Semua kata-kata isi kebun binatang keluar, sumpah serapah aku terima, sampai seruan boikot Shindy MC,” sambungnya.
Shindy menuturkan harapan warganet itu kini terwujud.
Ia mengaku kehilangan pekerjaan setelah acara Lomba Cerdas Cermat.
“Dan sampai akhirnya memang benar-benar-benar semua harapan dan tuntutan netizen terwujud. Aku hilang pekerjaan,” kata Shindy.
“Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang resiko yang harus aku terima atas kesalahanku,” tambah Shindy.
Namun, Shindy mengaku ada sikap yang menyakitkan dirinya. Terutama dari rekan sejawat.
“Ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan momen ‘jatuhnya aku sekaran’ untuk menghakimiku bahkan merayakannya,” kata Shindy.
Tetapi, Shindy menegaskan dirinya tetap akan berprasangka baik kepada Allah.
“Semoga semua ini ada hikmahnya, semua ini pelajaran berharga buatku,” imbuhnya.
Shindy Minta Maaf
Melalui unggahan klarifikasinya di Instagram, Shindy mengaku khilaf dan menyadari ucapannya tidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulisnya pada Selasa (12/5/2026).
Ia memahami bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan terhadap para peserta lomba dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat
Diputus Rekanan Kerja
Tak hanya itu, kini Shindy harus menerima efek besar setelah mendapatkan hujatan publik.
Terkini, Shindy diputus rekanan kerjanya sebagai MC.
Evicatering yang memakai jasa Shindy Luftiana misalnya memutuskan untuk menghentikan hubungan kerja sama keduanya.
Melalui akun instagramnya @Evicatering, menegaskan pemutuskan hubungan kerja tersebut berlaku per tanggal 12 Mei 2026.
Tak hanya itu, Evicatering juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“Terimakasih banyak atas masukannya kakak Kakak Semua , Alhamdulillah Owner Kami langsung bertindak tegas untuk memutus hubungan kerja dengan MC tersebut,” ujarnya. (Mly)















