Roda kehidupan seolah berputar ke arah yang kontras bagi Ressa Rizky Rossano dan sang ibu, Denada, buntut polemik pengakuan anak menjadi konsumsi publik.
Seiring derasnya gelombang simpati publik, karier Ressa Rizky Rossano pun kian meroket tajam di panggung hiburan.
Popularitasnya yang tengah naik daun membuatnya kebanjiran berbagai tawaran pekerjaan.
Belum lama ini, Ressa bahkan menjalani debut sebagai model di acara Shella Saukia yang bertajuk “The Royal Ottoman Heritage of Turkiye.
Namun, pemandangan berbeda justru terlihat pada sisi Denada.
Jika sang anak sedang menikmati puncak popularitas, Denada kini harus menghadapi gelombang ancaman boikot dari publik.
Sebelumnya, seruan boikot menggema lantaran Denada dinilai telah menelantarkan Ressa selama bertahun-tahun.
Imbasnya pun nyata; pekerjaan sang penyanyi dikabarkan mulai berkurang seiring dengan hilangnya simpati publik.
Ressa mengungkapkan rasa bahagianya bisa terjun ke dunia hiburan.
Meski begitu, Ressa menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud panjat sosial alias pansos.
“Happy banget, lebih ke nggak nyangka karena ini bukan dari Ressa sendiri yang mau untuk pansos.
Ressa nggak mau (pansos) sama sekali,” kata Ressa seperti dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (2/2/2026).
Ressa pun tak lupa mengucap syukur atas limpahan rezeki yang ia terima saat ini.
Ia juga berniat menggunakan honor hasil kerja kerasnya untuk membiayai kuliahnya secara mandiri.
“Tawaran (pekerjaan) Alhamdulillah ada banyak,” tutur Ressa.
“Ressa penginnya dari uang sendiri, Ressa nggak mau memberatkan siapapun. Ressa cari uang sendiri, Ressa kuliah (pakai uang) sendiri,” lanjutnya.
Ia merasa sedih melihat nasib ibu kandungnya yang kini terancam diboikot di dunia entertainment.
“Itu bukan dari Ressa sendiri yang minta boikot atau gimana. Ressa juga nggak mau kan.
Bagaimana pun juga itu ibu Ressa, tapi mau gimana Ressa juga nggak bisa ngapa-ngapain kan,” paparnya.
Ressa pun menilai situasi tidak akan menjadi sekeruh saat ini apabila ada itikad baik sejak dahulu.
“Sebenarnya kalau lebih cepat lebih baik, nggak terjadi sampai ada boikot boikot,” pungkasnya.
(Mly)













