Terus Tumbuh 🌱

Ini Pesan Istri Sah yang Bikin Dwi Bagus Bersimpuh Usai BvNvh Istri Siri dan Anak

Momen Dwi Bagus Martono bersimpuh dan menangis di hadapan istri sahnya, Marta, usai rekonstruksi kasus pembunuhan istri siri dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Polisi menyebut tersangka tidak menangis karena proses rekonstruksi, melainkan setelah mendengar pesan yang disampaikan istrinya secara langsung.

Video pertemuan keduanya sebelumnya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Dwi Bagus terlihat bersimpuh sambil menangis di depan Marta setelah rangkaian rekonstruksi selesai digelar di rumah tersangka di wilayah Ngegong, Manguharjo.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan Marta tidak memarahi ataupun membentak suaminya. Sebaliknya, Marta meminta Dwi Bagus menerima konsekuensi dari perbuatannya dan menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Intinya, ‘Sudah, semua sudah terjadi, terima aja, sabar, banyakin salat’. Jadi gitu aja, menguatkanlah gitu,” kata Jumhur, Madiun, (29/10/2026).

Menurut Jumhur, pesan tersebut membuat tersangka langsung menangis dan meminta maaf kepada istrinya. Momen itu terjadi tidak lama setelah keduanya dipertemukan oleh penyidik usai rekonstruksi perkara yang menyita perhatian publik tersebut.

“Bagus ya nangis waktu itu, minta maaf dia sama istrinya,” ujarnya.

Kasus yang menjerat Dwi Bagus mendapat perhatian luas karena kekerasan yang dilakukan tidak hanya menewaskan Dini Hardiyanti, yang berstatus istri siri, tetapi juga AGF, anak berusia empat tahun.

Penyidik sebelumnya mengungkap pembunuhan dilakukan secara terencana sebelum tersangka berupaya menghilangkan jejak kejahatan.

Dalam penyidikan terungkap Dwi Bagus sempat berupaya menutupi tindakannya dan ikut dalam proses pencarian korban setelah pembunuhan terjadi.

Polisi kemudian mengungkap keterlibatan tersangka melalui serangkaian pemeriksaan saksi dan alat bukti.

Belakangan diketahui Dwi Bagus bekerja di proyek luar negeri dengan pendapatan yang disebut mencapai sekitar Rp9 juta per hari.

Namun penyidik menegaskan fokus perkara tetap berada pada dugaan p£mbvnvhan berencana terhadap Dini dan AGF yang kini menjerat tersangka.

Di tengah perjalanan kasus tersebut, pertemuan singkat antara Dwi Bagus dan Marta justru menjadi salah satu momen yang paling banyak menyita perhatian publik.

Bukan karena ada pembelaan atau kemarahan, melainkan karena pesan singkat yang disampaikan Marta membuat tersangka yang selama proses rekonstruksi terlihat tenang akhirnya menangis dan bersimpuh di hadapan istrinya.