Terus Tumbuh 🌱

Rocky Gerung pilih MBG daripada kenaikan gaji guru, singgung otak anak menyusut

Pernyataan Rocky Gerung mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan gaji guru menjadi sorotan publik. Pengamat politik tersebut membandingkan pentingnya pemenuhan gizi anak dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui simulasi pembagian anggaran negara.

Dalam pernyataannya, Rocky menyinggung kondisi anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi memadai. Ia mempertanyakan bagaimana guru dapat mengajar secara optimal apabila siswa yang dididik tidak memperoleh gizi yang cukup untuk mendukung perkembangan otaknya.

“Kalau otak anak menyusut, guru mau ngajar siapa?” menjadi inti persoalan yang ramai diperbincangkan terkait pandangannya mengenai MBG dan anggaran pendidikan.

Dalam pernyataannya, Rocky menyinggung kondisi anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi memadai. Ia mempertanyakan bagaimana guru dapat mengajar secara optimal apabila siswa yang dididik tidak memperoleh gizi yang cukup untuk mendukung perkembangan otaknya.

“Kalau otak anak menyusut, guru mau ngajar siapa?” menjadi inti persoalan yang ramai diperbincangkan terkait pandangannya mengenai MBG dan anggaran pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat berdialog dengan akademisi Bagus Muljadi dalam tayangan YouTube pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembahasan mereka berfokus pada hubungan antara kebutuhan gizi anak, anggaran pendidikan, dan kesejahteraan guru.

Dalam dialog tersebut, Rocky membuat simulasi mengenai konsekuensi apabila anggaran pendidikan dialihkan sepenuhnya untuk program MBG, atau sebaliknya, jika anggaran MBG dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menurut Rocky, apabila anggaran lebih banyak diarahkan untuk kesejahteraan guru, tenaga pendidik berpotensi memperoleh peningkatan kesejahteraan. Namun, ia mempertanyakan dampaknya terhadap siswa apabila kebutuhan nutrisi mereka tidak terpenuhi.

Rocky berpendapat bahwa anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan membutuhkan protein dan asupan gizi untuk mendukung perkembangan otak serta kemampuan belajar. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tetap lebih penting daripada makanan.

Meski demikian, menurutnya, kedua kebutuhan tersebut harus sama-sama mendapatkan dukungan anggaran dari APBN. “Jelas pendidikan lebih penting. Tetapi kondisi hari ini ada variabel dua-duanya itu mesti ada APBN-nya,” demikian pernyataan Rocky sebagaimana dikutip dalam pemberitaan mengenai dialog tersebut.

Pandangan Rocky mengenai hubungan antara anggaran MBG dan kesejahteraan guru turut mendapat tanggapan kritis. Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), menyoroti cara Rocky mengaitkan pembiayaan program MBG dengan gaji guru.

Iman menilai persoalan tersebut perlu dilihat dari sisi sumber anggaran dan kebutuhan pendidikan secara menyeluruh. Menurutnya, gaji guru sudah menjadi bagian dari kebutuhan anggaran pendidikan sebelum program MBG dijalankan.

Dalam tanggapannya pada 12 Oktober 2026, Iman mempertanyakan anggapan bahwa pemenuhan nutrisi anak harus dipertentangkan dengan kesejahteraan guru.

Perbedaan pandangan ini memperlihatkan perdebatan mengenai bagaimana pemerintah sebaiknya mengatur prioritas belanja pendidikan, pemenuhan gizi siswa, dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.