Sosok Aisyah Thisia Halijam, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, menjadi sorotan setelah video penampilannya dalam ajang fashion show di Jakarta ramai diperbincangkan di media sosial.
Perempuan yang juga dikenal dengan nama Aisyah Thisia Bianty tersebut diketahui tampil dalam peragaan busana yang menjadi bagian dari rangkaian Kriyanusa 2026.
Namun, keikutsertaannya dalam acara tersebut menuai kritik karena menjadi perbincangan ketika Kalimantan Tengah tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Momen penampilan Aisyah di atas panggung itu kembali ramai dibicarakan pada awal Oktober 2026, meskipun acara Kriyanusa sendiri telah berlangsung pada akhir September lalu.
Tampil Mengenakan Kebaya dan Batik Bernuansa DayakKriyanusa 2026 merupakan ajang pameran kerajinan Nusantara yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 26–30 September 2026.
Aisyah terlihat berjalan di panggung peragaan busana dengan mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain batik.
Rancangan busana tersebut disebut terinspirasi dari kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak Kalimantan Tengah.
Aisyah juga membagikan momen penampilannya melalui akun Instagram pribadinya.
Busana yang dikenakannya menjadi salah satu hal yang menarik perhatian setelah video tersebut beredar lebih luas di media sosial.
Secara umum, Kriyanusa 2026 tidak hanya menghadirkan peragaan busana.
Acara tersebut juga diisi pameran kerajinan, lokakarya, dan dialog publik untuk memperkenalkan produk kriya serta potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.
Dilansir dari MetroTV News, penyelenggaraan Kriyanusa menjadi salah satu wadah untuk memperluas promosi produk kerajinan daerah sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Jadi Perbincangan saat Karhutla Melanda KaltengMeski berlangsung dalam acara yang mengangkat budaya dan kerajinan, penampilan Aisyah justru menuai kritik dari sejumlah warganet.
Perbincangan tersebut tidak terlepas dari kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan di Kalimantan Tengah.
Sebagian warganet mempertanyakan kepekaan keluarga kepala daerah ketika masyarakat di wilayah yang dipimpin Agustiar Sabran tengah menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Kritik tersebut terutama berkaitan dengan momentum penampilan yang kemudian kembali ramai dibicarakan di media sosial.Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah memang menjadi perhatian serius.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Kehutanan pada 11 Oktober 2026, pemantauan hingga 10 Oktober pukul 21.00 WIB mencatat 288 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah.
Angka tersebut meningkat dibandingkan 122 titik pada hari sebelumnya.
Meski demikian, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa titik panas yang terdeteksi satelit tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan yang terbakar. Indikasi tersebut tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan.
Situasi inilah yang menjadi latar belakang perbincangan publik mengenai penampilan Aisyah.
Di media sosial, aktivitas keluarga pejabat kerap mendapat perhatian, terlebih ketika daerah yang dipimpin sedang menghadapi persoalan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Publik Menyoroti Momentum, Bukan Sekadar PenampilanPerbincangan mengenai Aisyah memperlihatkan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan fesyen dan pelestarian budaya dapat memunculkan respons berbeda ketika berlangsung bersamaan dengan situasi krisis di daerah.
Di satu sisi, Kriyanusa merupakan kegiatan yang membawa misi promosi produk kerajinan dan budaya Nusantara.
Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai bahwa kondisi yang sedang dihadapi warga Kalimantan Tengah membuat momentum kegiatan tersebut layak mendapat perhatian tersendiri.
Hingga artikel ini disusun, pemberitaan yang menjadi rujukan belum memuat tanggapan resmi Aisyah Thisia Halijam maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara khusus mengenai kritik atas penampilannya tersebut.
Karena itu, polemik ini perlu dilihat berdasarkan informasi yang tersedia, dengan membedakan fakta mengenai keikutsertaan Aisyah dalam peragaan busana dan penilaian warganet terhadap momentum kegiatan tersebut.














