Kontroversi penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 tengah menjadi sorotan publik.
Konten kreator edukasi ternama, Jerome Polin juga ikut menyoroti polemik yang kian viral di sosial media tersebut.
Melalui unggahan di media sosialnya, pria yang dikenal ahli matematika ini mengungkapkan rasa gemasnya terhadap sikap dewan juri dan penyelenggara.
Jerome Polin secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap narasi bahwa keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat, terutama dalam kompetisi yang bersifat pengetahuan eksak atau pasti.
”Paling gak suka mentalitas: ‘Juri pasti bener, keputusan gak bisa diganggu gugat’. Juri juga manusia, bukan Tuhan. Bisa salah kok,” tulis Jerome dalam unggahan story-nya yang kini viral.
Menurut Jerome, dalam ajang seperti cerdas cermat, setiap soal memiliki jawaban yang pasti dan objektif.
Jika peserta memberikan jawaban yang benar sesuai fakta hukum atau konstitusi, juri tidak seharusnya menganulir jawaban tersebut dengan alasan subjektif seperti masalah artikulasi.
Komentar Jerome ini merujuk pada insiden yang dialami oleh regu dari SMAN 1 Pontianak.
Dalam video yang beredar, juri Dyastasita WB menyalahkan jawaban siswa mengenai peran DPD dalam pemilihan anggota BPK, namun kemudian membenarkan jawaban yang sama persis dari sekolah lain.
Jerome menekankan bahwa sportivitas harus dijunjung tinggi, apalagi jika juri melakukan kesalahan yang nyata di depan publik.
Baginya, mengakui kesalahan justru lebih terhormat daripada berlindung di balik aturan “keputusan juri mutlak”.
Pendapat Jerome Polin ini pun diamini oleh ribuan netizen.
Banyak yang merasa bahwa sikap “kaku” dan anti-kritik dari oknum pejabat Setjen MPR yang menjadi juri tersebut dapat mematahkan semangat belajar dan mental kompetisi para generasi muda.
(Syf)













