Terus Tumbuh 🌱

2 Mobil Pak Tarno Raib Diduga Digelapkan, Begini Penjelasan Istri

Kasus dugaan penggelapan dua mobil milik Pak Tarno masih menjadi sorotan publik dan hingga kini belum juga menemukan titik terang.

Terkait hal itu, istrinya, Lisa, mengungkap bahwa suaminya telah mengalami dua kali kejadian serupa dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Lisa menjelaskan kasus pertama melibatkan orang terdekat yang bekerja dengan suaminya.

“Itu sopirnya, nah yang cewek itu manajernya, istrinya. Itu ditipu Rp 100 juta. Dikasih cash langsung tuh uangnya, tapi gak dibeliin (mobil), langsung dibawa pulang,” ucap Lisa di kediamannya kepada media di Warakas, Jakarta Utara, Kamis (9/4/2026).

Menurut Lisa, pelaku terus mengulur waktu setiap kali ditanya soal pembelian mobil. Orang tersebut sempat membayar kepada Pak Tarno sebagian, tapi kemudian menghilang.

“Tiap Pak Tarno tanya, ‘Mana mobilnya?’. Bilangnya, ‘Besok, besok, besok’. Sampai gak dibeliin. Sampai sekarang orangnya kabur, tapi sempat nongol ya, bayar, cuma sampai sekarang gak bayar lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, kasus kedua terjadi pada 2024 dan kembali melibatkan sopir.

“Sopirnya, yang sebelumnya itu merangkap sopir sama manajer. Dilarikan (mobil), digadaiin,” kata Lisa.

Lisa menjelaskan mobil tersebut digadaikan tanpa sepengetahuan Pak Tarno.

“Cuman kalau Pak Tarno kan gak tahu apa-apa ya. Digadaiin pertama Rp 5 juta, tiba-tiba kok bisa Rp 35 juta? Itu dari mana coba?” ungkapnya.

“Tahu-tahunya leasing datang, telepon terus, sehari bisa 10 kali, kadang 5 kali. Kalau belum dijawab terus neken,” jelas Lisa.

Dua mobil Pak Tarno yang diduga digelapkan mempunyai jenis yang sama. Hanya saja, mobil pertama statusnya baru yang kedua mobil bekas pakai orang lain.

Akibat dua kejadian tersebut, Pak Tarno mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Namun, upaya hukum belum dilakukan karena keterbatasan biaya.

“Kita lapor pengacara juga kan butuh duit, Rp 14 juta. Lah dari mana kita?” ujarnya.

Meski begitu, Lisa membuka peluang jika ada pihak yang ingin membantu secara hukum.

“Terbuka, semuanya saya kembaliin lagi sama Master, mau gak (bawa ke ranah hukum dan dicari penyelesaiannya),” tutupnya.

(Mly)