Raffi Ahmad pernah berada di titik hidup yang tidak banyak orang tahu.
Di balik citranya yang selalu terlihat sukses, ternyata ia juga pernah merasakan kondisi keuangan yang cukup menekan.
Ia menceritakan hal itu dengan santai saat berbincang bersama Andre Taulany dan Gading Marten.
Saat itu, Raffi mengaku sedang butuh uang tunai dalam jumlah besar.
Kondisinya sebagai pebisnis membuat pemasukan tidak selalu stabil.
“Waktu itu mungkin dalam kondisi, ya gue juga ada pasang surutnya, orang kan nggak tahu namanya pebisnis, ada yang cash-nya lagi baik ada yang enggak,” ungkap Raffi Ahmad.
Karena kebutuhan yang mendesak, ia harus mengambil keputusan cepat. Salah satunya adalah menjual aset yang dimiliki.
Bukan hanya mobil miliknya, Raffi juga menjual mobil milik Nagita Slavina.
Keputusan itu diambil karena memang tidak ada pilihan lain saat itu.
Meski terdengar sederhana, momen tersebut ternyata cukup berat. Apalagi ketika keputusan itu berdampak langsung pada perasaan sang istri.
Nagita Slavina diketahui sempat menangis saat mengetahui mobilnya akan dijual. Reaksi itu yang kemudian membekas di hati Raffi Ahmad.
Melihat hal tersebut, Raffi Ahmad mengaku langsung merasa bersalah.
Ia sadar keputusan itu tidak mudah diterima, meskipun dilakukan karena terpaksa.
Perasaan bersalah itu tidak hilang begitu saja. Bahkan setelah kondisi keuangan mereka kembali stabil, ingatan itu tetap ada.
(Syf)












