Terus Tumbuh 🌱

Keluarga ‘Didatangi’ Vidi Aldiano, Ini Kata Sang Ayah dan Ibunda

Suasana haru masih menyelimuti keluarga mendiang Vidi Aldiano saat melakukan ziarah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (25/03/2026).

Kehadiran keluarga di pusara penyanyi tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses batin yang belum sepenuhnya usai. 

Dalam kesempatan itu, ayah Vidi, Harry Kiss, memberikan penjelasan terkait kabar yang beredar mengenai pengalaman spiritual keluarga, termasuk isu bahwa mereka “didatangi” oleh almarhum.

Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki cara tersendiri dalam memaknai kehadiran sosok Vidi setelah kepergiannya. 

Di tengah duka, keluarga tetap berusaha menjalani hari-hari dengan doa dan keyakinan, sembari menjaga hubungan emosional dengan kenangan sang putra yang begitu melekat dalam kehidupan mereka.

Harry Kiss mengungkapkan bahwa keluarga berkomitmen untuk terus melakukan ziarah. Hal ini didasari oleh kepercayaan yang ia yakini terkait keberadaan energi seseorang setelah meninggal dunia.

“Ya, katanya arwahnya itu kalau 40 hari, kata orang Jawa ya, ternyata bukan orang Jawa aja lho. Saya kemarin baca ulasan dari media internasional ya, itu energinya itu masih ada ya, selama 40 hari. Tapi setelah 40 hari katanya energi itu mengecil, tapi tetap ada. Nah makanya kita selama 40 hari ini kita akan terus ke makam, ya kita doa,” kata Harry Kiss, saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Selasa 24 Maret 2026.

Selain itu, ia juga menanggapi isu mengenai pengalaman “didatangi” oleh almarhum dalam mimpi. Harry Kiss menegaskan bahwa dirinya belum pernah mengalami hal tersebut secara langsung. 

Ia bahkan menjelaskan perbedaan antara mimpi yang diyakini sebagai kehadiran almarhum dengan yang bukan.

“Katanya, katanya lagi nih, kalau kita didatangi Vidi tapi Vidinya nggak ngomong, itu bener. Tapi kalau dia ngomong begini, begini, begitu, itu jin tuh biasanya. Bener nggak sih?” Kata Harry Kiss.

Ia menambahkan, pengalaman yang dianggap sebagai kehadiran nyata biasanya terjadi tanpa komunikasi verbal.

“Jadi dia nggak ngomong. Kalau kita didatangi, dipeluk atau apa gitu, itu biasanya dianggap beneran Vidi,” sambungnya.

Berbeda dengan sang ayah, ibunda Vidi, Besbarini, mengaku pernah mengalami mimpi bertemu putranya. Momen tersebut menjadi pengalaman emosional yang memberikan kelegaan tersendiri bagi dirinya.

“Saya pernah, akhirnya sekali. Pengen sekali dimimpikan, yang waktu itu dalam mimpi itu si Vidi datang ke panggung, terus saya memang selalu kan dampingin, menonton bersama Bapak dari belakang panggung. Terus dia datang, terus peluk saya. Udah, gitu aja. Tapi lega, rasanya lega. Saya sampaikan rasa kangennya almarhum,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam mimpinya, Vidi tidak melakukan apa pun selain memberikan pelukan hangat yang penuh makna.

“Enggak, cuma bener-bener peluk. Masya Allah. Itu memang Vidi kalau habis nyanyi ya seperti itu sih. Jadi yang dia lakukan peluk, dan karena dia memang tahu saya tuh memang hanya butuh peluk dari anak-anak semuanya. Pelukmu sementara, tapi di hatiku selamanya,” terangnya.

(Syf)