Terus Tumbuh 🌱

Singgung Kasus Ibu Tiri Siram Air Panas, Insanul Fahmi Khawatir Masa Depan Anaknya Jika Tak Rujuk Dengan Mawa

Insanul Fahmi kembali menyampaikan pernyataan mengejutkan saat membahas peluang rujuk dengan Mawa. Ia menyinggung kasus kekerasan ibu tiri yang belakangan ramai diberitakan dan mengaku hal itu membuatnya semakin memikirkan masa depan anaknya.

Ia mengatakan sempat membaca berita tentang anak yang mendapat perlakuan kasar dari orang tua tiri. Dari situ muncul kekhawatiran dalam dirinya sebagai seorang ayah.

“Belum tentu kalau ada ibu tiri baru bisa menyayangi sebagaimana mestinya,” ucap Insanul Fahmi dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Selasa (24/2/2026).

Menurut Insan, pernyataan tersebut bukan ditujukan kepada siapa pun. Ia menegaskan dirinya hanya berbicara dari sudut pandang orang tua yang memikirkan kondisi psikologis anak.

Pembahasan itu muncul ketika ia menyinggung kemungkinan berdamai dengan Mawa. Ia menilai kehadiran orang tua kandung secara utuh tetap penting bagi tumbuh kembang anak. Bahkan, ia mengaku sempat mengirimkan berita terkait kasus kekerasan tersebut sebagai bahan refleksi, bukan untuk menakut-nakuti.

“Itu jadi salah satu alasan kenapa aku ingin mempertahankan yang sudah ada,” tambahnya.

Insan menegaskan dirinya tak ingin mengambil keputusan yang berdampak panjang bagi anak. Ia meyakini stabilitas keluarga berperan besar dalam masa depan buah hati.

“Yang utama tetap anak,” tegas Insan.

Meski begitu, ia menyadari hubungan tidak bisa dipaksakan dan harus dilandasi kesepakatan kedua belah pihak. Pertemuannya kembali dengan sang anak setelah empat bulan disebut menjadi momen emosional yang menguatkan tekadnya untuk memperbaiki komunikasi.

Insan juga memastikan tidak ingin membawa persoalan ke ranah hukum. Ia memilih pendekatan persuasif dibanding memperkeruh keadaan.

“Aku dari dulu nggak suka ribut sampai ke pihak berwajib,” tuturnya.

Ia mengaku masih memahami adanya rasa kecewa dari masa lalu. Karena itu, ia lebih memilih introspeksi diri daripada menyalahkan pihak lain. Baginya, membangun komunikasi jauh lebih penting daripada mempertahankan ego, terlebih jika menyangkut masa depan anak.

Kini Insan berharap ada ruang diskusi yang lebih terbuka dengan Mawa tanpa tekanan dari pihak mana pun. Pernyataannya soal ibu tiri pun menuai beragam tanggapan publik. Sebagian menilai itu sebagai bentuk kekhawatiran wajar seorang ayah, sementara lainnya melihatnya sebagai sinyal kuat keinginan rujuk.

Namun Insan menegaskan tujuannya hanya satu, yakni memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman dan stabil. Ia memilih menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan pembicaraan, sembari berharap keputusan yang diambil nantinya benar-benar menjadi yang terbaik bagi buah hatinya.

(Syf)