Terus Tumbuh 🌱

Eva Manurung Murka Soal Rumah dan Mobil Virgoun: Itu Hak Anak, Bukan Buat Digadaikan

Polemiк rumah tangga Virgoun kembali memanas. Kali ini, kemarahan datang dari sang ibunda, Eva Manurung, yang secara terbuka menyoroti persoalan rumah dan mobil yang disebut-sebut berkaitan dengan hak anak-anak Virgoun.

Dikutip dari Youtube Reyben Entertainment, Eva Manurung dengan tegas menyatakan bahwa aset tersebut seharusnya menjadi hak anak-anak, bukan digunakan atau digadaikan oleh pihak mana pun. Eva menyebut rumah yang selama ini ditempati merupakan harta gono-gini yang diperuntukkan bagi anak-anak Virgoun di masa depan, khususnya ketika mereka telah menginjak usia dewasa.

“Rumah itu sebenarnya gono-gini untuk anak nanti di saat umur 21 tahun. Itu hak anak-anak. Tidak diperkenankan untuk dijual,” tegas Eva Manurung.

Tak hanya rumah, Eva juga menyinggung soal mobil yang sebelumnya ditinggalkan Virgoun demi anak-anaknya. Ia mengaku heran ketika mendengar kabar mobil tersebut justru diduga digadaikan.Menurut Eva, saat meninggalkan rumah, Virgoun tidak membawa harta apa pun selain pakaian yang melekat di badan.

Keputusan itu diambil demi memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi.“Virgoun cuma bawa dompet, pakai celana pendek, pakai sandal, cabut dari rumah. Mobil satu ditinggal buat anak-anak,” ungkap Eva.

Namun Eva mempertanyakan kondisi anak-anak jika mobil yang seharusnya digunakan untuk keperluan mereka kini tidak lagi ada. “Nah sekarang digadaikan? Jadi di rumah anak-anak naik apa? Saya enggak tahu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eva Manurung menilai persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari dampak psikologis terhadap anak-anak. Ia khawatir keputusan-keputusan yang diambil orang dewasa justru membebani mental cucu-cucunya. Eva juga menegaskan bahwa anak-anak berhak mendapatkan kenyamanan, rasa aman, serta fasilitas yang layak, terlepas dari konflik rumah tangga orang tuanya.

Di hadapan awak media, Eva tak menampik rasa emosinya saat membahas isu ini. Namun ia menegaskan bahwa semua yang disampaikannya didasari oleh kepentingan anak-anak, bukan dendam pribadi.

“Saya bicara karena ini menyangkut hak anak. Anak-anak itu enggak boleh jadi korban,” katanya.

Eva pun berharap persoalan harta dan aset tidak diseret ke arah yang justru merugikan masa depan anak-anak Virgoun. Menutup pernyataannya, Eva Manurung kembali menekankan bahwa fokus utama seharusnya adalah kesejahteraan anak, bukan konflik berkepanjangan antara orang dewasa.

“Biarin orang mau ngomong apa, yang penting anak-anak jangan dirugikan,” tutup Eva. Pernyataan keras Eva Manurung ini sontak menuai perhatian publik dan kembali memanaskan polemik yang hingga kini masih menjadi sorotan luas.

(Syf)