Inilah sosok Alif yang memberikan mahar uang tunai Rp2 M, rumah seluas lapangan bola, hingga mobil mewah ke calon istri.
Sosok Alif tengah menjadi sorotan publik.
Pasalnya ia memberikan mahar fantastis kepada calon istrinya Putri Arian Sulhijrah.
Mahar tersebut terungkap dalam prosesi mappettuada (lamaran) yang digelar di Perumahan Raihan, Lingkungan Tattakang, Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Minggu (25/10/2026).
Di balik kemeriahan acara yang dihadiri sejumlah tokoh penting itu, sosok Alif selaku mempelai pria sukses mencuri perhatian publik berkat latar belakang profesi dan kesuksesannya di usia muda.
Pria asal Kabupaten Takalar ini datang melamar sang kekasih yang merupakan seorang lulusan kedokteran yang tengah menjalani koas dengan membawa uang tunai senilai Rp2 miliar.
Seluruh uang tunai, emas berupa gelang, kalung, cincin, hingga logam mulia Antam tersebut bahkan ditata secara unik di atas miniatur kapal phinisi bertuliskan “Makassar Berlayar”.
Ketua DPRD Takalar, Muhammad Rijal, yang juga merupakan paman sekaligus sepupu dari ayah Alif, membeberkan bahwa uang tunai Rp2 miliar tersebut dibayar secara kontan, bukan dari hasil cicilan atau dikumpulkan sedikit demi sedikit, Rabu (28/10/2026).
Tidak hanya uang tunai dan perhiasan emas bercampur berlian, Alif juga membawakan deretan aset bernilai fantastis untuk sang calon istri.
Mulai dari satu unit mobil Lexus terbaru, satu unit rumah di Galesong Kota dengan luas setara lapangan sepak bola, hingga tambahan satu hektare tanah.
Secara keseluruhan, nilai total uang panaik, mahar, dan aset tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp10 miliar.
Darah Pengusaha dan Bisnis EksporKemampuan finansial keluarga Alif yang luar biasa rupanya tidak lepas dari bisnis ekspor berskala besar yang dirintis oleh orang tuanya.
Ayah Alif, Samsuddin Daeng Siriwa, merupakan pengusaha sukses di bidang ekspor telur ikan terbang atau yang populer dikenal sebagai kaviar.
Keluarga Alif menjalankan roda bisnis tersebut melalui perusahaan bernama PT Siriman Jaya Abadi.
Perusahaan ini memiliki kurang lebih 200 unit kapal yang beroperasi mencari hasil laut hingga ke perairan Selat Papua.
Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Alif tidak tinggal diam dan hanya menikmati hasil keluarga.
Ia kini aktif membantu mengawal bisnis ekspor tersebut setelah menyelesaikan pendidikannya.
Bahkan, Alif dipercaya untuk kerap bepergian ke luar negeri, termasuk ke China, guna mewakili ayahnya dalam memasarkan komoditas telur ikan terbang ke pasar global.
Meski sang ayah, Samsuddin Dg. Siriwa, masih aktif memegang kendali usaha yang dirintisnya,Alif telah dipersiapkan dan diarahkan untuk menjadi penerus estafet kepemimpinan bisnis keluarga besar tersebut, yang kini mengantarkannya melangkah ke jenjang pernikahan dengan membawa lamaran bernilai fantastis.














