Perjalanan hidup penyanyi dangdut Aida Saksia berubah sejak dirinya didiagnosis mengidap penyakit kanker payudara stadium tiga pada tahun 2021 lalu.
Perjuangan melawan penyakit serius ini dijalani Aida di tengah tanggung jawabnya sebagai seorang ibu tunggal.
Aida menyadari bahwa kedua anaknya yang masih berusia 10 dan 9 tahun sangat membutuhkan sosok ibu dalam keseharian mereka.
Ikatan emosional dan ketergantungan anak-anak yang tinggal bersamanya menjadi dorongan terbesar bagi Aida untuk terus berikhtiar mencari kesembuhan.
“Aku semangat sembuhnya karena anak-anak, karena anak-anak kan masih kecil-kecil, baru 10 tahun dan 9 tahun. Dan mereka cuman punya aku ya, selain kakek-neneknya.” Kata Aida Saskia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini, Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan bahwa kebiasaan beraktivitas bersama setiap hari membuat keberadaannya sangat krusial bagi tumbuh kembang sang buah hati.
“Ada ayahnya, tapi emang maksudnya mereka kan tinggalnya sama aku dan sudah terbiasa 24 jam dengan aku. Jadi mereka sangat-sangat membutuhkan aku.”
“Jadi itu sih motivasi yang terbesar yang sejauh ini bisa membuat aku bertahan hidup sampai sekarang. Selain pertolongan Allah yang pertama ya,” imbuhnya.
Melewati Masa Kritis dan Kelumpuhan
Proses pengobatan yang dijalani Aida tidak selalu berjalan mulus. Wanita berusia 40 tahun ini sempat berada dalam kondisi kritis ketika tubuhnya tiba-tiba mengalami penurunan fungsi secara drastis setelah sebelumnya aktif bekerja.
Kondisi fisik yang mendadak drop hingga tidak sanggup bergerak sempat membuat orang-orang di sekitarnya merasa cemas.
Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi kesehatannya perlahan-lahan mulai membaik kembali.
“Kayak kemarin kondisi aku masih bisa aktivitas, bisa sehari berapa kali ambil job, tiba-tiba drop total gitu, enggak bisa bergerak, bahkan jalan dan bicara pun sulit gitu loh. Terus tiba-tiba yang sudah disangka-sangka tidak ada umur, tiba-tiba sekarang bisa pulih lagi kayak gini,” jelas Aida.
Bangkit dan Kembali Bekerja
Setelah berhasil melewati masa sulit akibat stroke selama dua bulan hingga bisa kembali berjalan dan berbicara secara normal, Aida memilih untuk bangkit.
Selain membuka usaha kecil-kecilan di rumah, ia memutuskan kembali menerima pekerjaan di panggung hiburan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, tentu dengan penyesuaian kondisi fisik yang baru.
“Ternyata Allah berkehendak lain, Aida diberikan kesempatan lagi, nah di sini kan juga Aida harus menghidupi dua anak Aida sendiri ya. Jadi ikhtiarnya adalah kembali lagi ke dunia hiburan Bismillah, tapi dengan penampilan Aida yang berbeda,” jelasnya.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental
Pengalaman selama bertahun-tahun menjadi penyintas kanker mengajarkan Aida bahwa pengobatan medis harus didampingi dengan kondisi psikologis yang stabil.
Menurutnya, mengelola pikiran agar tetap tenang dan bahagia berperan langsung terhadap daya tahan tubuh.
“Harus semangat, karena menurut aku yang menjalankan selama 5 tahun ini sebagai penyintas cancer stadium 3 grade 3, mental itu hal yang terpenting. Kebahagiaan itu, happy itu harus nomor pertama.”
“Karena kalau misalkan kita galau, kalau kita memikirkan sesuatu hal yang tidak sebaiknya dipikirkan, itu mempengaruhi imun juga, jadi cepat drop,” pungkasnya. (Mly)











