Terus Tumbuh 🌱

Kejanggalan Tiktokers Cilik Meninggal di Kali Cisadane,Temannya Diduga Tutupi Insiden Korban Tenggelam

Kasus kematian TikTokers cilik bernama Neil Angkasa Satria Negara (13) akibat tenggelam di Kali Cisadane belakangan tengah jadi sorotan.

Pasalnya ibunda Angkasa, Dewi membongkar sederet kejanggalan di balik tewasnya sang putra sulung.

Dewi menduga teman-teman anaknya menutupi sesuatu terkait insiden tenggelamnya Angkasa pada Sabtu (25/7/2026).

Karenanya setelah berhari-hari berlalu, Dewi memutuskan untuk memviralkan kasus kematian Angkasa guna mendapatkan keadilan.

Untuk diketahui, Angkasa dinyatakan tenggelam di Kali Cisadane di bawah Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan pada 25 Juli 2026.

Setelah dua hari dicari, tim gabungan dari BPBD dan Basarnas akhirnya menemukan Angkasa dalam kondisi tak bernyawa pada Senin (27/7/2026) pagi.

Kejanggalan kematian Angkasa

Atas kematian Angkasa, Dewi mengaku sudah mengikhlaskannya.

Namun hati Dewi kian pilu saat menyadari bahwa ada hal janggal yang menyelimuti tewasnya Angkasa secara mendadak.

Lewat akun TikTok-nya, Dewi menceritakan deret kejanggalan di balik tewasnya Angkasa.

Dewi curiga dengan teman-teman anaknya yang mengajak Angkasa main ke sungai di Sabtu sore.

Hal itu lantaran teman-temannya semua bungkam tak ada yang memberitahu Dewi bahwa Angkasa tenggelam sekira pukul 15.30 Wib.

Dewi akhirnya tahu bahwa anaknya tenggelam setelah mendesak salah satu teman anaknya untuk jujur yakni sekira pukul 19.00 Wib.

Artinya selama tiga jam lebih tujuh bocah Tangsel itu diduga menutupi insiden tenggelamnya Angkasa.

Bukan cuma itu, Dewi juga menyebut teman-teman Angkasa sengaja menyembunyikan pakaian Angkasa di lokasi yang jauh dari tempat mereka main.

Fakta itulah yang membuat Dewi gusar.

“Kalau saya tidak mencari, mungkin kasus ini ga akan pernah terungkap. Dia bersama teman-temannya berjumlah ttl 8 orang semuanya bungkam, kompak menjawab ga tau di mana anak saya, bahkan berusaha menghilangkan jejak dgn ngumpetin baju dan sandal korban di tempat yang jauh dari TKP. Kejadian jam 3.30 sore terungkap jam 7 malam yang akhirnya salah 1 teman korban buka suara karena terus didesak akhirnya ngaku dan bercerita,” ungkap Dewi dalam akun TikTok-nya.

“Bagaimana bisa teman-teman korban berpikir sejahat itu? bisa kalian bayangkan saat anak saya tenggelam, ditinggal begitu saja, tidak berusaha semaksimal mungkin mencari pertolongan dan malah menutupi? kalua bisa bayangin gimana hancurnya hati saya,” sambungnya.

Bukti rekaman CCTV

Tak cuma menduga-duga, Dewi membocorkan sederet bukti adanya dugaan teman-teman almarhum menutupi insiden Angkasa tenggelam.

Bukti pertama adalah chat salah satu teman Angkasa berinisial A yang sempat mengirimkan chat HP Angkasa sekira pukul 17.00 lewat untuk mengajak keluar.

Saat membaca chat tersebut, Dewi panik karena anaknya belum pulang dan bertanya ke A soal keberadaan Angkasa.

Namun saat itu A mengaku tak melihat Angkasa karena ada di rumah dari sore.

Tapi setelah dicek di CCTV, ternyata A ada di rombongan 7 bocah yang mengajak Angkasa main ke sungai.

Di rekaman CCTV itu juga Dewi melihat gelagat aneh tujuh bocah temannya Angkasa.

Setelah pulang dari sungai, mereka terlihat panik.

“Kalian bisa lihat di CCTV itu mereka pulang hanya bertujuh. Dan di situ ada percakapan si A ngomong ‘masalahnya posisi dia itu di dalam air. Dia udah enggak bisa nafas’. Artinya anakku emang benar-benar tenggelam,” kata Dewi.

Kronologi versi teman korban

Tak tinggal diam, Dewi pun mengumpulkan deretan bukti dan kesaksian teman-teman almarhum.

Hingga ada salah seorang anak yang jujur menceritakan kronologi tenggelamnya Angkasa.

Katanya awalnya Angkasa hendak menolong temannya yang tenggelam.

Tapi nahas justru Angkasa lah yang akhirnya tenggelam.

“Aku enggak bisa dibilang dia (anakku) dijorokin dia tenggelam sendiri, karena memang enggak ada bukti di situ CCTV di kali. Kita cuma punya bukti saksi, terus temannya cerita si anak yang paling belakang itu si F katanya dia kepeleset udah hampir jatuh. Angkasa mau nolongin dia, badan Angkasa kan lebih kecil dari dia, si F berhasil selamat, gantian si anakku yang malah tenggelam,” kata Dewi.

Hal yang paling membuat Dewi kesal adalah kenapa teman-teman anaknya itu tidak langsung meminta bantuan orang sekitar.

Dewi kian emosi saat anak-anak tersebut justru berkilah dan malah mengarang cerita bohong saat ditanyai soal keberadaan Angkasa di sore hari.

“Pas anakku tenggelam, si F berusaha nolongin Angkasa, udah sampai kesundul sama kepala dia. Tapi ternyata anakku udah pingsan, udah kehabisan napas udah berat, akhirnya tenggelam. Pertanyaanku kenapa enggak minta pertolongan? kan ada orang mancing, ada orang cari rumput. Kalau mereka mencari pertolongan saat itu juga, walaupun mungkin anakku udah pulang ke pangkuan Allah seenggaknya langsung ditemuin,” pungkas Dewi.

“Mereka bilang katanya udah minta tolong sama yang mancing tapi pada diam aja. Aku sulit mempercayai itu, Malah katanya sesudah dia tenggelam, beberapa saat timbul kelihatan rambutnya, diikuti sama teman-temannya. Malah katanya mereka sepakat anak inisiatif salah satu temannya ‘wey enggak usah ngomong sama mami gue takut’, mereka mau nutupin,” sambungnya. (Mly)