Terus Tumbuh 🌱

Pemkot Tangerang Matangkan Usulan Flyover Sudirman, Target Konstruksi Dimulai 2027

KOTA TANGERANG – Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan pembangunan sebagai bagian dari realisasi anggaran Tahun Anggaran 2026.

Arahan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Senin (22/06/2026).

“Proyek strategis daerah harus berjalan sesuai timeline dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Saya minta seluruh Kepala OPD mengawal ketat progres di lapangan agar tidak terjadi keterlambatan yang tidak diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu, Pemkot Tangerang terus mematangkan rencana pembangunan Flyover Sudirman melalui berbagai persiapan administrasi dan teknis. Langkah tersebut dilakukan sebagai syarat pengajuan kepada pemerintah pusat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti mengatakan, progres pembangunan saat ini masih berada pada tahap koordinasi awal dan penyusunan dokumen pendukung.

“Progresnya masih dalam tahap koordinasi. Saat ini sedang disusun dokumen yang dibutuhkan pemerintah pusat, yaitu Detailed Engineering Design (DED) yang dibuat oleh ISPU serta Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) yang disusun oleh Dinas Perhubungan,” ujar Yeti.

Selain itu, seluruh dokumen tersebut nantinya akan diajukan kepada pemerintah pusat sebagai dasar pertimbangan pengalokasian anggaran pembangunan Flyover Sudirman.

Menurut Yeti, Pemkot Tangerang menargetkan seluruh dokumen persyaratan dapat rampung pada tahun ini. Dengan demikian, pada awal 2027 pemerintah daerah dapat mulai melaksanakan proses pembebasan lahan.

“Harapannya dokumen selesai tahun ini. Jadi awal 2027 kita bisa mulai pembayaran pembebasan lahan, kemudian pertengahan 2027 pembangunan fisik sudah dapat dimulai sesuai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat,” katanya.

Selanjutnya, pemerintah pusat diharapkan dapat mengalokasikan anggaran pembangunan Flyover Sudirman pada tahun 2027 setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap.

Terkait kebutuhan anggaran, Yeti mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah disusun DED dengan estimasi biaya pembangunan sekitar Rp150 miliar. Namun, nilai tersebut berpotensi mengalami kenaikan seiring perkembangan harga dan faktor inflasi.

“Dulu pernah dibuat DED dengan estimasi sekitar Rp150 miliar. Namun tentu angka tersebut bisa berubah karena adanya inflasi dan penyesuaian harga lainnya,” jelasnya.

Pada akhirnya, pembangunan Flyover Sudirman diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan konektivitas transportasi di Kota Tangerang. (Sam)